Scaling Gigi Perdana

6:49 AM

Kemarin, perdana saya menjalani scaling gigi. Bukan karena gigi sudah rusak atau apa, terlebih karena pengin membersihkan gigi yang udah beberapa bulan terakhir ini kadang nyut-nyutan dan beda dari biasanya.  Dan ternyata nyut-nyutannya itu karena gigi bungsu mau tumbuh. Alhasil semua gigi bungsu saya udah tumbuh. Searching-searching di internet dan bertanya pada sahabat saya, Nindya, calon dokter gigi unpad, ternyata gigi bungus bisa bawa masalah, apalagi kalau tumbuhnya ga normal alias miring. Untungnya gigi saya aman-aman aja, walaupun harus tumbuh di belakang paling ujung gusi, yang jatuhnya ga lurus sejajar dengan gigi yang lain, yang penting tetap lurus aja. hahaha... Nindy pun ngasih saran untuk scaling dulu buat diperiksa, kalau-kalau ada gigi yang perlu ditambal atau dicabut. Berhubung saya ga mau cabut gigi, karena pasti bakal sakit, jadi saya pilihlah scaling yang memang belum pernah sama sekali, sedangkan tambal gigi kapan-kapan aja kalau memang perlu, lagian gigi saya aman-aman aja kata dokter juga, cuma kalau udah muncul sedikit titik aneh, perlu diwaspadai.

Akhirnya setelah Sabtu ga jadi scaling, kemarin Rabu pun jadi. Perdana di scaling. Tempatnya di unpad du, lebih spesifiknya sih di RSGM UNPAD. Janjian jam setengah9, izin kantor bentar. Eh, udah banyak aja pasien di sana, dan ternyata rata-rata pasien bawaan ko-as. Untung Nindy baek banget sama saya, saya diurusin masalah pendaftaran dan administrasinya. Ga nyangka juga, dibandingkan RSGM Bandung kota yang mahal (pengalaman teman saya, Mb Asri), menurut saya RSGM UNPAD sangatlah murah, biaya pendaftarannya saja hanya Rp 5.000,00 dan perawatan scaling cukup Rp 35.000,00 saja, murah bukan? Dan ngga salah juga sih, di unpad ini murah tapi ga murahan kok, peralatannya lengkap, ko-asnya baek-baek. Tapi saya baru tahu, kalau jadi ko-as itu ketika mau praktek mesti bawa alat dan perlengkapan sendiri. Di sana cuma disediakan kursi gigi aja, jadi ya yang namanya kedokteran tetaplah mahal :D.

Anyway, discaling perdana rasanya biasa aja, agak-agak nyeri sih di awalnya, tapi cuma beberapa menit di awal aja. Kata Nindy, saya pasien dia yang paling bersih dan paling ringan kasusnya, padahal baru perdana discaling, kemungkinan karena udah bener gosok giginya, alhamdulillah. Tapi kondisi gigi di sini sepertinya dipengaruhi oleh air juga, air kota kembang kotor soalnya, ga sebening dan sesegar kota harapan. Apalagi saya tiga tahun di Dayeuhkolot, pusat banjirnya kota ini. Dengan kondisi air yang bekas air sawah, sekalipun digali pake sumur tetap saja masih menyisakan bau besi dan kadang berwarna kekuningan. Wajarlah kalau berefek ke gigi. Dan sejak saya pindah ke kota, airnya lumayan bersih dan segar. Tapi efek jaman dulu memang baru berasa sekarang sih ya.

Oh ya, scaling di unpad udah termasuk kontrol seminggu dan perawatan sebulan ternyata. Benar-benar murah! Sekalian membantu ko-as2 di sanalah, kita niatkan membersihkan diri sekaligus membantu orang :)

Ya, akhirnya saya merasakan rasanya discaling juga, cupu kata adek saya, Ria, yang biasa discaling gratis di RSA UGM, hahaha...


Note: Postingan ini sudah lama (th 2013 akhir), jadi sudah tidak relevan lagi harga ko-asnya. 







You Might Also Like

78 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe