Tulisan ini saya buat untuk sharing pengalaman bagi penderita maag atau nama kerennya gastritis. Berhubung saya sudah pernah mengalami, dan sayang kalau informasi ga dibagi-bagi, so baca yak!
Apa sih maag atau gastritis itu?
Berdasarkan mbah wiki (wikipedia), pengertian maag atau bahasa ilmiahnya gastritis adalah sebagai berikut:
Apa sih maag atau gastritis itu?
Berdasarkan mbah wiki (wikipedia), pengertian maag atau bahasa ilmiahnya gastritis adalah sebagai berikut:
Maag atau radang lambung atau tukak lambung adalah gejala penyakit yang menyerang lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan pada lambung yang menyebabkan sakit, mulas, dan perih pada perut.Nah... secara garis besar dibagi dua ini jenisnya:
- Maag kronis, yang ini bahaya prends, bisa menyebabkan kematian. Biasanya kalau kena maag kronis, udah sampe kena inflamasi atau ciri-cirinya panas, nyeri, dan sampai muntah-muntah plus diare. Gejalanya mirip tifus sih. Soalnya saya pernah ngalamin yang ini.
- Maag akut, kalau yang ini bahaya tapi ga separah yang kronis. Nyerinya beda sama maag kronis, kalau akut hanya terbatas sampai mukosa lambung saja. Sayangnya maag akut ini sering mendadak terjadinya, jadi penderita tidak tahu kapan dapat serangan. Dan lebih parahnya lagi, kalau sering-sering dibiarkan bisa jadi kronis, seperti saya dulu, hehehe :P
Oya, kalau sering-sering nyuekin maag, bisa kena kanker lambung loh! (serem kan?). Ibarat lambung yang halus, lama-lama bisa aus juga. Makanya, bagi kita yang sehat, mesti jaga kesehatan, kalau perut nyeri sedikit dan terindikasi kena maag, mesti dijaga betul itu pola makan.
Sebenarnya, maag itu penyakit sepele. Kenapa sepele? Ya, karena berhubungan sama diri kita langsung, intinya pola hidup, yang di sini lebih ke pola makan sih. Kalau pola makan kita ga beres, ya wajar kalau kena maag. Mungkin, awal-awalny cuma berasa nyeri dan perih, lalu kita biarkan, lama-lama mulas dan pedih, mual juga, dan akhirnya muntah-muntah. Tidak ada makanan yang bisa masuk. Kadang sampai nyeri dada (bagian ulu hati ke jantung), ini kalau asam lambung udah naik, beneran gawat, ya namanya asam, organ dalam tubuh pun bisa rusak, bukan? Selain ke pola makan, biasanya maag disebabkan oleh pola hidup. Misalnya kita sok sibuk sampai lupa makan, jadilah kena maag. Kerjaan yang banyak bukan alasan untuk menyepelekan kesehatan, kan?
Pengalaman saya dulu waktu kena gastritis, sampai dirawat dua minggu (soalnya komplikasi sama penyakit lain, hehehe :P). Kalau sampai parah kita beneran ga bisa makan nasi. Jadilah saya selama tiga bulan tidak makan nasi dulu. Dokternya bilang untuk penyesuaian lambung yang sudah luka. Dulu pas dirongten sampai ada tiga buletan item-item gitu di lambung. Alhamdulillahnya ga sampai lubang, kalau lubang, ya wallahu'alam.
Kebayang kan, tiga bulan tanpa nasi? Sehari-hari selama tiga bulan mesti makan bubur. Itupun bubur bayi, kerennya berat saya sampai turun lima kilo! Seneng berat turun, tapi parah juga soalnya ke mana-mana mesti pakai jaket, biar ga keliatan kayak pensil (saking kurusnya :P). Akhirnya, setelah tiga bulan berlalu, bubur bayi lewat, bubur nasi lumayan, saya bisa makan nasi juga (yang sangat lembek a.k.a nasi liwet). Setelah selang sebulan kemudian, barulah saya bisa makan nasi beneran (tapi mesti ada kuah sayur, hahaha!). Ribet, kan, kalau sakit maag udah merajalela. Bawaannya kesel tuh, apalagi kalau diajak ngobrol, kayak yang ngajakin ngobrol ga pernah ngerasain aja. Ditambah lagi kalau di sekeliling kita pada pamer makanan favorit, apalagi yang pedes-pedes, hm...
Ya begitulah kira-kira curcol sedikit soal maag, by the way, pengobatan kalau sudah parah memang harus ke dokter, tapi kita bisa kok, berobat sendiri, kembali ke metode alami dan yang jauh lebih sehat daripada obat-obatan kimia. Rumah sakit itu alternatif terakhir.
Sejak dirawat sampai tiga kali masuk rumah sakit, yang salah satunya karena gastritis, saya belajar mengubah pola makan. Ngurangin pedes, rasanya ga makan kalau ga ada pedes, tapi apa boleh buat.
Beberapa minggu lalu, salah satu sahabat saya terkena gejala yang sama, setelah curcol jadilah saya terfikir untuk menuliskan beberapa tips menangani maag:
1. Tidak perlu ke dokter kalau belum sampai parah,
2. Buang jauh-jauh obat-obatan kimia, kecuali ga ada solusi lain
3. Banyakin minum air hangat, kompres perut kalau perlu
4. Ubah pola hidup dan pola makan
5. Pastikan selalu ada cemilan (biskuit, buah) di dekatmu, tiap 2 jam sekali wajib dimakan itu
6. Makanlah sewajarnya, sedikit yang penting sehat, ga perlu banyak
7. Ikuti pola makan rasulullah, atau bahasa kerennya food combining (baru ngetren akhir-akhir ini, kan ya, padahal baginda rasul sudah mencontohkan sejak zaman dulu, hehe)
8. Cuekin kata orang kalau bilang "kok, makannya dikit? Nanti sakit loh"
9. Kurangin pedas
10. Pake herbal, kalau berasa kena maag, istirahat, bikin jahe tanpa gula (kalau mau gulanya dikit + perasan jeruk nipis). Jeruk nipis kalau mentah-mentah memang perih, tapi efektif nyembuhin maag kalau sesuai takaran.
11. Banyakin makan buah dan sayur (terutama buat sarapan)
12. Makan nasi buat makan siang
13. Kalau makan nasi buat makan malam, pastikan menunya bukan gabungan karbohidrat+protein hewani (misal nasi+daging, bahaya! baca buku pola makan rasul untuk detailnya)
14. Minum kopi dan teh, setidaknya sehari sekali. Kalau ada yang bilang kopi ga baik buat maag, salah besar ya! Kopi yang seperti apa dulu? Kopi pahit sih ga ngefek, malah bagus.
15. Istirahat cukup
16. Kurangin stressmu
Semoga membantu :)
![]() |
| sumber gambar di sini dan di sini |
Yup, kali ini saya akan membahas sedikit mengenai pola makan rasulullah berdasarkan buku di atas. Sharing berdasarkan pengalaman, saya sudah hampir delapan tahun mencoba pola makan seperti pola makan rasul. Tentunya tidak mudah, dan tidak juga benar-benar selama delapan tahun itu berjalan mulus tanpa berhenti atau jeda. Berawal dari nasehat guru kimia saya di SMA, bu Wening, yang sudah terlebih dahulu mempraktekkan pola makan rasul, dan beliau masih tampak sehat-sehat saja sampai sekarang. Berdasarkan pengalaman beliau, dengan mengikuti pola makan rasul ini, beliau bisa mengurangi berat badan kurang lebih lima kilogram sebulan, dengan tanpa mengurangi gizi asupan tubuh. Waktu itu teman sma saya, Imam (udah dokter kali sekarang ya, di UNS), membawakan buku ini. Pas banget sama nasehat bu guru, jadilah saya baca sekilas. Dulu zaman sma saya belum terlalu memperhatikan kesehatan. Cuek saja, soalnya kalau sakit ya paling itu-itu saja, flu, radang tenggorokan, atau kram seperti biasa. Tapi sejak kuliah saya berbeda. Kesehatan itu mahal banget, saya sempat opname tiga kali selama jadi mahasiswa t*lkom. Kalau kata perawat di rsai sih, sudah biasa menangani mahasiswa t*lkom masuk rumah sakit, sudah langganan katanya, hahaha, ada-ada aja.
Oya, promosi sedikit. Di buku ini dibahas lengkap banget soal pola makan rasul. Ada hadist dan qurannya juga, plus daftar makanan apa saja yang haram dan harus dihindari, soal gizi, makanan yang seimbang dalam islam, hubungan makanan antara islam dan kedokteran, juga pengobatan dengan makanan, dan yang paling penting buat yang mau diet, perlu baca buku ini ya!
Membahas pola makan berarti membahas kesehatan. Sesuai dengan hadist rasul:
اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada mukmin yang lemah, dan di antara keduanya terdapat kebaikan." (Hadist Riwayat Muslim dan Ibnu Majah)
So, kita sebagai muslim mesti kuat dong ya... dan yang penting sehat. Percuma saja kuat tapi ga sehat, atau sehat tapi ga kuat, hehehe :D.
Oke deh, balik ke pola makan ala rasul. Kayak gimana sih, pola makan rasul itu? Kalau lebih lengkapnya silakan baca buku di atas yah, ga mungkin kan saya tulis di sini semua, namanya ngopi dong, hehehe :P.
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al A'raf: 31)
Sesuai dengan surat Al A'raf ayat 31 disebutkan kalau kita makan secukupnya saja. Ini bervariasi tiap orang, ga bisa disamakan juga. Intinya sih berhenti sebelum kenyang, karena yang berlebih-lebihan ga bagus, bisa bikin kita ngantuk kalau kebanyakan makan. Akibatnya, kerjaan ga beres, apalagi pas bulan puasa begini, orang lebih sering langsung makan besar pas buka puasa, padahal bisa bikin ngantuk (udah pernah ngalamin soalnya!), jadinya pas tarawih melem melek deh.
Baiklah, saya langsung ke sharing pengalaman saya ya. Saya coba yang tertulis di bukus pola makan rasul dan Alhamdulillah saya ga pernah masuk rumah sakit lagi. Allah angkat penyakit saya dengan pola makan yang sehat. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau ingin meneladani beliau, termasuk pola makan, kita mesti kayak gini ini nih:
Baiklah, saya langsung ke sharing pengalaman saya ya. Saya coba yang tertulis di bukus pola makan rasul dan Alhamdulillah saya ga pernah masuk rumah sakit lagi. Allah angkat penyakit saya dengan pola makan yang sehat. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau ingin meneladani beliau, termasuk pola makan, kita mesti kayak gini ini nih:
- Jangan minum susu sama makan daging
- Jangan makan ayam sama minum susu.
- Jangan makan ikan sama telur
- Jangan makan ikan sama daun salad
- Jangan minum susu sama cuka.
- Jangan makan buah sama minum susu
Mirip-mirip ala food combiningnya Erikarlebang dan Dr. Hiromi Shinya, kan? Jauh sebelum adanya food combining, Rasulullah SAW sudah menerapkan prinsip-prinsip tersebut, dan kalaupun akhir-akhir ini baru muncul berarti membuktikan bahwa apa yang dilakukan rasul patut diteladani, karena sebenarnya islam sudah mengajarkan jauh sebelum para ilmuwan menelitinya.
InsyaAllah dengan menerapkan pola makan rasul, kita jadi sehat. Tapi beneran loh, kalau ga niat alias bolong-bolong ya sama saja. Segala sesuatunya mesti konsisten. Saya dulu juga ga konsisten waktu zaman sma. Coba ngikutin pola makan rasul sebulan rasanya uda gimana gitu. Berat! Sampai-sampai akhirnya saya berhenti karena ibu selalu masak makanan yang enak dan sehat, jadi ga perlu khawatir, karena sudah otomatis sesuai pola makan rasul. Tapi masalah timbul ketika saya kuliah. Zaman kuliah di dakol (Dayeuhkolot), lingkungan sangat-sangat kotor, airnya kuning, dan kalau beruntung dapat kosan yang airnya bersih pasti bau tanah, belum ada pam di sini. Sudah begitu tahu sendirilah mahasiswa, gimana sih di kota kembang, jajanan serba ada, apalagi Dakol, semua serba murah (2x lipat Magelang masih lebih murah daripada Jakarta, ya!), ditambah tugas selangit, organisasi mahasiswa, belum lagi kepanitian, dan kawan-kawannya. Alhasil, masuklah saya di rsai sampai 3x. Perawat di sana sampai hafal lagi! Hahaha, bangga? Gaklah... masa sakit bangga, sih? Sakit saya ga parah-parah amat sih, tapi saya udah kayak orang pasrah aja ga bisa gerak sama sekali. Ketiga pengalaman saya di rsai semua berhubungan dengan pola makan dan pola hidup sehat. Soal sakitnya kapan-kapan sajalah saya ceritakan, untuk postingan kali ini yang penting gimana pola makan ala rasul.
Pengalaman saya menerapkan pola makan rasul, jauh sebelum adanya tren food combining, kira-kira seperti ini:
1. Sarapan (apa ja yang penting sayur/buah/teh/kopi/susu), dan ga boleh dicampur itu, kalau udah roti+susu, ya ga makan buah, kalau ada buah saya pilih buah (buat yang ngeyel sarapan buah di pagi hari ga sehat silakan baca twitternya erikarlebang atau baca buku pola makan rasul ya!)
2. Porsi makan saya selalu sedikit nasi, banyak lauk + sayur. Kenapa? Karena nasi uda terlalu banyak gulanya, ga sehat kalau banyak-banyak. Kalau masih di Indonesia saya suka masak nasi merah, cokelat, hitam dan makan banyak-banyak, karena lebih sehat daripada nasi putih. Tapi kalau nasi putih dikit aja.
3. Siang wajib makan nasi, lauk secukupnya, kalau bisa sayur sih, dan kalau ga nemuin ya seadanya ga papa. Kalau nasi ga ada, bisa penggantinya semacam mie (soalnya saya pecinta mie, hehehe...). Yang penting berkuah.
4. Buah selalu sebelum makan besar, terutama kalau malam. Soal makan malam ga perlu yang mewah, yang penting cukup, ga perlu sampe kenyang, bisa bahaya malah. Seadanya ga berarti yang ga sehat loh ya, tetep kombinasi point-point di atas.
5. Weekend bebas, makan apa aja yang penting halal, mau ga sesuai pola makan ga papa, sekali-kali. Tapi biasanya kalau udah terbiasa pake pola makan rasul, meskipun weekend nanti nyesuaiin sendiri kok.
6. Kurangi dan hindari yang namanya micin, vetsin, jajan sembarangan, apapun itu. Termasuk jajanan di indoma*t, alfa*t, dkk. Ga sehat, bisa dibilang banyak racunnya (baca codex atau bukunya Jerry D. Gray>> Rasullullah is my Doctor sama satu lagi lupa judulnya)
7. Usahakan makan/minum buah tiap hari, kalau di Indonesia kan gampang tuh nemu di mana aja, kalau di Korea sini mah susah bener, mahal soalnya :P
8. Kurangi gula. Macem-macem loh ini... perhatikan manismu
9. Kurangi minyak-minyak goreng
10. Atur jam makan. Kita kudu alias wajib punya jam makan normal, plan a, b, c. Penting.
InsyaAllah, kalau kita uda bisa nerapin itu semua, insyaAllah sehat. Buktinya saya dan teman saya ga masuk rs lagi kan? Percaya aja sama Allah, segala penyakit ada obatnya, kecuali kematian. Jadi, ga perlu putus aja gitu (meski dulu saya sempet mau nyerah dan pasrah juga sih :P). Intinya sih kenalin penyakitnya, sumbernya dari mana, nikmati sakitnya, syukuri, ambil hikmahnya. Ga perlu ngeluh, coz ga ngefek juga.
InsyaAllah dengan menerapkan pola makan rasul, kita jadi sehat. Tapi beneran loh, kalau ga niat alias bolong-bolong ya sama saja. Segala sesuatunya mesti konsisten. Saya dulu juga ga konsisten waktu zaman sma. Coba ngikutin pola makan rasul sebulan rasanya uda gimana gitu. Berat! Sampai-sampai akhirnya saya berhenti karena ibu selalu masak makanan yang enak dan sehat, jadi ga perlu khawatir, karena sudah otomatis sesuai pola makan rasul. Tapi masalah timbul ketika saya kuliah. Zaman kuliah di dakol (Dayeuhkolot), lingkungan sangat-sangat kotor, airnya kuning, dan kalau beruntung dapat kosan yang airnya bersih pasti bau tanah, belum ada pam di sini. Sudah begitu tahu sendirilah mahasiswa, gimana sih di kota kembang, jajanan serba ada, apalagi Dakol, semua serba murah (2x lipat Magelang masih lebih murah daripada Jakarta, ya!), ditambah tugas selangit, organisasi mahasiswa, belum lagi kepanitian, dan kawan-kawannya. Alhasil, masuklah saya di rsai sampai 3x. Perawat di sana sampai hafal lagi! Hahaha, bangga? Gaklah... masa sakit bangga, sih? Sakit saya ga parah-parah amat sih, tapi saya udah kayak orang pasrah aja ga bisa gerak sama sekali. Ketiga pengalaman saya di rsai semua berhubungan dengan pola makan dan pola hidup sehat. Soal sakitnya kapan-kapan sajalah saya ceritakan, untuk postingan kali ini yang penting gimana pola makan ala rasul.
Pengalaman saya menerapkan pola makan rasul, jauh sebelum adanya tren food combining, kira-kira seperti ini:
1. Sarapan (apa ja yang penting sayur/buah/teh/kopi/susu), dan ga boleh dicampur itu, kalau udah roti+susu, ya ga makan buah, kalau ada buah saya pilih buah (buat yang ngeyel sarapan buah di pagi hari ga sehat silakan baca twitternya erikarlebang atau baca buku pola makan rasul ya!)
2. Porsi makan saya selalu sedikit nasi, banyak lauk + sayur. Kenapa? Karena nasi uda terlalu banyak gulanya, ga sehat kalau banyak-banyak. Kalau masih di Indonesia saya suka masak nasi merah, cokelat, hitam dan makan banyak-banyak, karena lebih sehat daripada nasi putih. Tapi kalau nasi putih dikit aja.
3. Siang wajib makan nasi, lauk secukupnya, kalau bisa sayur sih, dan kalau ga nemuin ya seadanya ga papa. Kalau nasi ga ada, bisa penggantinya semacam mie (soalnya saya pecinta mie, hehehe...). Yang penting berkuah.
4. Buah selalu sebelum makan besar, terutama kalau malam. Soal makan malam ga perlu yang mewah, yang penting cukup, ga perlu sampe kenyang, bisa bahaya malah. Seadanya ga berarti yang ga sehat loh ya, tetep kombinasi point-point di atas.
5. Weekend bebas, makan apa aja yang penting halal, mau ga sesuai pola makan ga papa, sekali-kali. Tapi biasanya kalau udah terbiasa pake pola makan rasul, meskipun weekend nanti nyesuaiin sendiri kok.
6. Kurangi dan hindari yang namanya micin, vetsin, jajan sembarangan, apapun itu. Termasuk jajanan di indoma*t, alfa*t, dkk. Ga sehat, bisa dibilang banyak racunnya (baca codex atau bukunya Jerry D. Gray>> Rasullullah is my Doctor sama satu lagi lupa judulnya)
7. Usahakan makan/minum buah tiap hari, kalau di Indonesia kan gampang tuh nemu di mana aja, kalau di Korea sini mah susah bener, mahal soalnya :P
8. Kurangi gula. Macem-macem loh ini... perhatikan manismu
9. Kurangi minyak-minyak goreng
10. Atur jam makan. Kita kudu alias wajib punya jam makan normal, plan a, b, c. Penting.
InsyaAllah, kalau kita uda bisa nerapin itu semua, insyaAllah sehat. Buktinya saya dan teman saya ga masuk rs lagi kan? Percaya aja sama Allah, segala penyakit ada obatnya, kecuali kematian. Jadi, ga perlu putus aja gitu (meski dulu saya sempet mau nyerah dan pasrah juga sih :P). Intinya sih kenalin penyakitnya, sumbernya dari mana, nikmati sakitnya, syukuri, ambil hikmahnya. Ga perlu ngeluh, coz ga ngefek juga.
Berhubung semingguan terakhir ini banyak yang nanyain tentang rsgm unpad, okelah, saya posting ulang di sini. Anyway, sekilas tentang rsgm unpad yeee.. yang belum tahu apa itu rsgm, jadi gini prend... RSGM itu singkatan dari rumah sakit gigi dan mulut. Nah... rsgm unpad ini bawaan fakultas kedokteran gigi tentunya, rumah sakit negeri plus buat praktikum mahasiswanya sekalian. Didirikan sekitar tahun 2003. Pelayanan yang diberikan meliputi: pemeriksaan oleh dokter gigi umum dan spesialis. Punya 240 dental unit, 8 tempat tidur rawat inap, dan 19 instalasi. Sumber silakan lihat webnya aja yah!
Buat teman-teman yang pengin maen, periksa gigi, atau sekedar icip-icip di kantin rsgm unpad, kalau belum tahu alamatnya, yuk lihat di sini:
Buat teman-teman yang pengin maen, periksa gigi, atau sekedar icip-icip di kantin rsgm unpad, kalau belum tahu alamatnya, yuk lihat di sini:
alamat--jl sekeloa selatan I, Bandung 40132
telp-- 022-2533044
fax-- 022-2533043
email-- rsgm.fkg@unpad.ac.id
Kalau pada bingung, patokannya bisa dari mana aja sih. Ada 3 alternatif jalan buat teman-teman yang mau periksa gigi ke sini. Kira-kira bisa lewat sini ini:
1. Dari Sekeloa: pertigaan sekeloa/pos ojek-lurus terus sampe jalan nanjak-lurus lagi mpe nemu indomaret-stop di situ, liat ada gang rada gedhean di depan indomaret, kan? lurus aja, mentok uda rsgm itu.
2. Dari Tubagus Ismail: di sini ada 2 jalan nih...pertama, kalau tubagusnya dari arah pertigaan tubagus dago-a.ka pasar, lurus aj sampe ngelewatin wisma BI, di depan wisma BI seberang maju dikit sebelah kanan ada gang yang rada gedhe, biasanya banyak motor lewat, mobil juga muat. Masuk aja di situ trus lurus nemu pertigaan sekaloa, belok kiri, habis itu ikutin jalan sampe nemu indomaret seperti no1. Cara kedua, kalau dari bawah a.k.a arah Caringin, lurus aja sampe nemu pos ronda sekaloa di perempatan ada warung 'saji kelinci', nah... di perempatan belok kiri masuk gang gedhe yang rumahnya bagus-bagus (kosan semua ini tapi, hehehe). Lurus dikit nemu pertigaan, ke kanan-lurus dikit nemu pertigaan lagi-ke kiri- pas mentok nemu pertigaan lagi-kanan (di sini biasanya ada anak kecil atau bapak-bapak yang ngebantuin kendaraan lewat saking sempitnya jalan)-nemu masjid kan? ke kiri lurus terus sampe nemu indomaret. Udah deh, ikutin no1.
3. Dari arah Dipati Ukur. Kalau dari sini, sangat tidak disarankan pake mobil atau motor, karena jalannya berupa gang senggol, bisa dibilang jalan pintaslah. Dulu waktu saya masih di unpad, saya selalu lewat sini kalau periksa. Jaraknya cukup dekat dengan kampus unpadnya, jadi ga perlu ribet ngeluarin motor, haha. Ok, kalau mau lewat sini mesti rada sabar karena selain gang senggol, jalannya juga njelimet. Bisa-bisa lupa or salah jalan, maklum saja, gang perkampungan dipati ukur. Arahnya pas dekat monumen, yang jalan belok di depan unpad banget, yang ada pedagang kaki limanya, biasanya soto padang atau sate padang. Nah.. di belakang warung ini nih ada jalan kecil kayak gang gitu, masuk aja ke situ. Ketemu warung lain kan? jangan belok kanan or kiri, lurus terus ke jalan yang rada nanjak, nanti ketemu jembatan dan kali, lurus aja, nah dari sini silakan mengeksplore sendiri, terlalu sulit dijelaskan belok-beloknya, mending tanya orang di sekitar situ, tembusannya mushola di depan rsgm, lebih cepet sih, tapi lebih ribet jalannya.
Oh ya, mengenai jam kerjanya, kalau pas saya periksa itu tiap hari buka, Senin-Jumat dari jam 8-4, kalau Sabtu dari jam9-3, Minggu juga buka tapi beberapa klinik saja. Pendaftarannya 5000 rupiah saja, kalau udah jadi pasien tetap, bayar cukup 2000 rupiah. Murah bukan?
Ok, selesai sudah saya posting soal rsgm, kenapa saya posting ini? Karena ga satu dua orang yang nanya, dan berhubung saya sudah pernah punya pengalaman maen-maen ke rsgm unpad, jadilah saya share di sini sekali lagi. Pengalaman saya yang dulu dapat dilihat di sini dan di sini.
See u,
happy nice weekend!
Wah... ini artikel dalem bener yak, kena banget saya, hahaha. Dan berdasarkan pengalaman masuk rumah sakit tiga kali selama di Bandung, bener banget ini artikel. Let see what's up here:
Mengapa Tidak Boleh Tidur Terlalu Malam ?...Awas Sebentar lagi Piala Dunia....Lebih Baik Perbanyak Shalat Malam.
Diantara kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah, beliau tidak suka begadang. Jika tidak ada urusan penting –baik tentang dakwah ataupun jihad- maka beliau menyegerakan tidur setelah shalat Isya’ kemudian bangun di pertengahan malam atau sepertiga malam untuk shalat tahajjud atau qiyamullail.
Selain memudahkan tahajjud, ternyata kebiasaan tidak tidur terlalu malam juga memiliki banyak manfaat medis yang baru diketahui di zaman modern ini. Sebaliknya, orang yang tidur terlalu malam terancam bahaya kesehatan sebagai berikut:
1. Sistem Imun Melemah
Tidur terlalu malam ternyata berpengaruh rusaknya sel-sel darah putih. Akibatnya kekebalan tubuh menjadi melemah dan rentan terhadap serangan berbagai penyakit.
Tidur terlalu malam ternyata berpengaruh rusaknya sel-sel darah putih. Akibatnya kekebalan tubuh menjadi melemah dan rentan terhadap serangan berbagai penyakit.
2. Diabetes
Tidur terlalu malam juga merusak hormon di tubuh. Akibatnya tubuh tidak toleran terhadap glukosa karena jumlah insulin menurun. Orang yang tidur terlalu malam menjadi lebih rentan terhadap penyakit Diabetes.
Tidur terlalu malam juga merusak hormon di tubuh. Akibatnya tubuh tidak toleran terhadap glukosa karena jumlah insulin menurun. Orang yang tidur terlalu malam menjadi lebih rentan terhadap penyakit Diabetes.
3. Sakit Kepala Hingga Kerusakan Otak
Tidur terlalu malam membuat tubuh tidak bisa beristirahat dengan baik. Meskipun waktu tidurnya sama, katakanlah lima jam, orang yang tidur sebelum tengah malam dan bangun sepertiga malam terakhir akan merasakan kondisi fisik yang lebih fit. Sebaliknya, tidur larut malam membuat istirahat tidak efektif. Ketika bangun kepala terasa berat, itulah tanda gegar otak kecil sedang menyerang. Jika dibiasakan, terus menerus dalam waktu berkepanjangan, kerusakan otak bisa mengancam.
Tidur terlalu malam membuat tubuh tidak bisa beristirahat dengan baik. Meskipun waktu tidurnya sama, katakanlah lima jam, orang yang tidur sebelum tengah malam dan bangun sepertiga malam terakhir akan merasakan kondisi fisik yang lebih fit. Sebaliknya, tidur larut malam membuat istirahat tidak efektif. Ketika bangun kepala terasa berat, itulah tanda gegar otak kecil sedang menyerang. Jika dibiasakan, terus menerus dalam waktu berkepanjangan, kerusakan otak bisa mengancam.
4. Kanker Hati
Dintara penyakit berbahaya akibat tidur terlalu malam adalah kanker hati. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam situs resmi UGM Fakultas Kedokteran Bagian Radiologi. Bahwa penelitian para dokter di National Taiwan Hospital menemukan bahwa tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang merupakan penyebab utama kerusakan hati.
Dintara penyakit berbahaya akibat tidur terlalu malam adalah kanker hati. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam situs resmi UGM Fakultas Kedokteran Bagian Radiologi. Bahwa penelitian para dokter di National Taiwan Hospital menemukan bahwa tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang merupakan penyebab utama kerusakan hati.
Subhanallah... demikianlah hikmah medis dari salah satu kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Aisyah radhiyallahu ‘anha menjelaskan kebiasaan beliau ini:
مَا نَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَلَا سَهِرَ بَعْدَهَا
Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah tidur sebelum waktu isya' dan tidak pernah begadang setelahnya. (HR. Ahmad; shahih)
Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah tidur sebelum waktu isya' dan tidak pernah begadang setelahnya. (HR. Ahmad; shahih)
Ibnu Qayyim Al Jauziyah menjelaskan dalam Zadul Ma'ad: "Termasuk kebiasaan beliau adalah tidur di awal malam dan bangun di bagian akhirnya. Terkadang beliau begadang di awal malam untuk mengurusi berbagai kepentingan orang-orang miskin."
Semoga kita dimudahkan untuk meneladani beliau, dan mendapatkan banyak manfaat dan hikmah berkat meneladani beliau. [IK/bersamadakwah]
Sumber ref: di sini
Innalillahi wa inna ilaihi ro ji un.....
Coba liat deh:
Begitu lihat judulnya di tv1 hari ini saya penasaran, jadilah saya nonton live acaranya, sebagai pembelajaran dan update informasi terbaru. Hm... bukan cuma nambah ilmu aja, banyak hikmahnya, dan keren ini berita, udah sukses bikin emosiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii! Ya walaupun ga ada hubungannya sama kasus di atas, kesel banget! pengalaman magang di rumah sakit hampir empat bulan lebih plus major saya yang ada hubungannya sama kesehatan, ga ada pernah nemu rumah sakit yang kek gini. Entah benar atau tidak, Wallahu'alam, tetep bikin kesel... semoga segera diperjelas dan dimudahkan proses menguak kebenaran ini ya... prihatin banget banget! Pantesan aja waktu bikin apk bwt rs rada-rada susah pengaplikasiannya, pantesan banyak curhatan soal rumah sakit, entah dari karyawannya atau teman-teman yang pekerjaannya ada hubungannya sama rs. Hm... yg ngelakuin itu ga punya perasaan sebagai manusia, apa pun alasannya, tetep salah... ckckckkc....
Sekali lagi, thank a lot my best friend, Nindy! Sabar banget ngurusin saya, dan saya betah juga ya, semoga kita termasuk orang-orang yang bersabar, aaamiiin....
| proses perawatan gigi |
Agenda saya hari ini sebenarny cukup padat (sok sibuk :P). Sebelumnya selamat menempuh hidup baru buat rekan semut, Rini Mulyani, mohon maaf saya tidak bisa hadir ke Jakarta, karena sedang proses persiapan beasiswa dan beberapa hal lainnya (sok sibuk *lagi). Cukuplah doa dan salam lewat teman-teman semut yang ke sana ya! Ga papa ya, kondisi badan tidak memungkinkan ke ibukota, karena minggu-minggu depan juga saya akan ke sana, ngurus visa. Jadi, mesti bener-bener jaga badan.
Anyway, hari ini tuh jadwalnya bersih-bersih, olahraga, belanja di pasar, ngajar, ke rsgm, sama nyicil maketin barang-barang pulang. Hm... semua terlaksana kecuali nyicil maketin barang pulang. Bersih-bersih terlaksana setelah olahraga(jalan doang sih, padahal rencana awal lari ke sabuga + skipping, uh oh... gara-gara males coz pagi tadi lumayan dingin). Setelah beres-beres dan sarapan (cornflake+susu+strawberry beberapa biji), saya pun membantu Listi (teman baru, udah cerita belum ya?), salah satu best friend dari unpad jatinangor. Doi minta diajarin database, dari dasar juga. Ya saya bantuin, alhamdulillah doi ngerti juga, kita masih berlanjut sepertinya, banyak yang mesti doi pelajari soalnya, hihihi... Wajar sih, maklum aj, dia bukan anak IT, asli banget pertanian (kebetulan cocok sama saya yang suka bercocok tanam walaupun anak IT :P). Toh, karena dia ditempatin di dcistem, eh... bagian RPL-ny unpad nangor, makanya wajib belajar ini deh. Ya sudah, saya ada kesempatan nyalurin ilmu, alhamdulillah yang disalurkan pun nerima :).
Setelah beres belajar, barulah saya siap-siap ke rsgm. Tepat jam setengah sepuluh lebih sedikit (ga tepat ya kalo ini, hihihi :P), saya sampai ke ruangan Nindy, dia udah siap nungguin. Dan... operasi pun dimulai. Operasi kecil bisa dibilang ya, atau malah bukan operasi. Hm... habis, sama-sama saja sih alatnya, jarum semua... wkwkkwkw... Dan karena ukuran saluran akar saya cukup panjang (normalnya orang 10-18mm), saya 19-20mm (kebayang kan, jarum sepanjang 2cm masuk ke gigi kita T_T). Berikut penampakannya:
![]() |
| Perlengkapan konservasi gigi lengkap |
![]() |
| Jarum yang dipake konservasi gigi |
Alhamdulillah ga sakit sama sekali awalnya, karena memang udah dimatikan syarafnya, kalau ga bisa teriak-teriak kali saya. Eh,,, pas nyampe ke akarnya, beuh... beneran deh.. nyeri, berasa banget itu jarum masuk-masuk ke gusi. Plus yang bikin rada serem tapi udah pasrah aja, jarumnya sampai yang ukuran 70, padahal orang normalnya cuma sampai 35, wah.. gede juga saluran akar saya, hihihi. Alhasil rencana saya pending karena perawatan syaraf ini cukup makan waktu, dari jam set10 sampai ashar, subhanallah.... pegelnya. Kasian juga Nindy, pasti capek banget ya, teman? Tapi memang sudah resiko jadi dokter gigi katanya, duh... sabar banget, Nin! Semoga kita sama-sama kuat ya best prend, dokternya minta dirimu nyari satu saluran lagi, dan saya mesti buka mulut lebih lama lagi, tapi it's okay, yang penting sehat. Semoga bisa beres sebelum berangkat ya! Next time kita ketemu, bukan di rumah sakit lagi, tapi jalan-jalan sebelum berangkat! InsyaAllah :)
Seperti biasa, di waktu senggang saya selalu meluangkan waktu kalau ga untuk kuliner, baca buku, jalan-jalan, olahraga, ya pasti memasak. Pagi ini saya masak bubur ayam khas Korea. Karena dalam dua minggu ini kurang lebih, saya ga boleh makan nasi dulu, ya jadinya bikin bubur. Kalau kemarin saya bikin bubur merah putih, sekarang bubur negara tetangga. Namanya Dakjuk, kalau dibahasa Indonesia-kan jadi bubur ayam. Tapi menurut saya, resepnya sama seperti bubur ayam di Indonesia juga sih, khususnya di Magelang. Soalnya setelah saya icip dan coba bikin sendiri rasanya mirip, bedanya cuma di kuahny saja, kalau di Magelang pake kuah kuning sedangkan ini ga... Intinya sih sama-sama gurih, pake kaldu ayam.
Berikut penampakannya:
| Dakjuk yang udah jadi |
Resepny gampang kok:
Bahan-bahan:
1. Dada ayam, dikit aja sih ini 1ons jg jadi
2. Air scukupnya
3. ! cangkir Beras, cuci trus rendam 30 menit(bisa untuk 2-4orang loh)
4. Jahe, kupas,potong bersih 1 ruas aj
5. Bawang putih 8 biji
6. Garam
7, Minyak wijen secukupnya
8. Daun pandan 2lbr
9. Merica 1 sdt(butir yg dihancurkan better drpd yg bubuk)
Topping:
1. Suiran ayam hasil yang sudah dimasak
2. Bawang goreng
Cara masaknya lebih gampang lagi, hanya butuh kesabaran ekstra, hahaha :D. Gini nih caranya:
1. Masukkan dada ayam ke panci yang sudah diisi +- 8gelas air + merica, bawang putih, jahe. Rebus sampai matang >=40 menit dg api sedang. Keluarkan ayam, suwir2 dagingnya.
2. Saring air rebusan, jangan dibuang karena akan dipake sebagai kaldu bubur.
3. Masukkan air rebusan ke beras yang sudah ditiriskan, tambah garam +air secukupnya
4. Masak +-30mnit sambil diaduk, gunakan api kecil
5. Kalau sudah mau masak, masukkan daun pandan untuk menambah aroma.
6. Aduk terus sampai benar-benar masak, angkat, sajikan dengan minyak wijen +bawang goreng.
Hm... yummy bangetlah ini, sehat pula, ga pake vetsin. Cocok buat yang lagi sakit, terutama yang sakit tipes/sakit gigi.
Oh ya, versi Indonesianya>> versi Magelang sih lebih tepatnya, wijen diganti rebusan kunir+jahe+bawang putih+laos+garam(lebih gurih sih kalo ini), hehehe... Selamat menikmati readers!
2. Saring air rebusan, jangan dibuang karena akan dipake sebagai kaldu bubur.
3. Masukkan air rebusan ke beras yang sudah ditiriskan, tambah garam +air secukupnya
4. Masak +-30mnit sambil diaduk, gunakan api kecil
5. Kalau sudah mau masak, masukkan daun pandan untuk menambah aroma.
6. Aduk terus sampai benar-benar masak, angkat, sajikan dengan minyak wijen +bawang goreng.
Hm... yummy bangetlah ini, sehat pula, ga pake vetsin. Cocok buat yang lagi sakit, terutama yang sakit tipes/sakit gigi.
Oh ya, versi Indonesianya>> versi Magelang sih lebih tepatnya, wijen diganti rebusan kunir+jahe+bawang putih+laos+garam(lebih gurih sih kalo ini), hehehe... Selamat menikmati readers!
| ilustrasi gigi berlubang |
Ceritanya kemarin saya periksa gigi, berhubung dua minggu yang lalu sakitnya ga nahan banget. Waktu sakit parah sudah saya kumur-kumur pakai air garam, alhamdulillah cukup ngurangin rasa sakitnya, tapi ga tahan lama juga. Nanda menyarankan saya menggigit cengkeh, untung pas punya, biasanya saya pakai untuk masak jahe. Dan akhirnya saya gigit itu cengkeh pas di gigi yang sakit, ga ada lubang sama sekali loh. Alhamdulillah setelah gigit cengkeh, udah agak mendingan dan esoknya pun ga sakit lagi.
Cerita itu saya sampaikan ke sahabat saya, Nindya. Kebetulan dia seorang calon dokter gigi yang lagi ko-ass di rsgm unpad sekarang. Katanya saya mesti cek, siapa tahu ada masalah lain. Nah, pas dicek kemarin itu, awalnya baik-baik saja. Gigi saya ga berlubang, masih normal, mahkota juga masih utuh, dan pas diketuk juga ga sakit. Tapi pas dokternya ngecek ulang, super deh... nyeri banget pas diektuknya kenceng-kenceng, pas bagian yang sakitnya. Dokternya sesuatu deh yang di bagian konservasi gigi ini. Galak bener, baru saya lihat dokter kek gini, kek dosen aja! Dan benar kan, pas nanya ke Nindy, lagi ada sidak soalny, hohoho.
Akhirnya saya mesti dirontgen juga. Dibantu sama Nindy, saya ambil foto rontgen dua kali, yang pertama gagal karena geser filmnya, yang kedua baru berhasil. Dibantu dokter di bagian foto rontgen, baik banget ini dokter, saya dikasih paralel buat bantuan. Ga galak dan ramah banget, beda sama yang di konservasi. Ya, orang beda-beda sih... wajar kok :P. Habis foto dan keluar hasilnya, terkejutlah saya, gigi normal tapi lubang di dalam, ckck.... kok bisa begitu ya? dan saya baru ngerasa sakit beberapa minggu yang lalu saja, dulu ga pernah soalny. Kata Nindy, untuk usia segini dan baru pertama tambal gigi, itu udah bagus banget. Berarti giginya sehat, sakitny karena faktor usia gigi sudah lama, dan kalau terlambat sedikit saja bisa ke akarnya (duh... ngeri banget deh). Jadilah saya ditambal sementara. Waktu ngebor gigi saya butuh waktu cukup lama, karena mahkota giginya terlalu kuat, padahal dalamnya lapuk juga :P. Setelah hampir dua jam ngebor gigi dengan penuh perulangan karena mesti dilubangin sebesar-besarnya, ternyata setelah dicek sama dokter mesti dimatikan syarafnya. Karena syaraf saya mati sebagian, dan bahaya kalau dibiarkan bisa menyebabkan sakit yang lebih parah (baru tahu ini, syaraf mati itu ga bagus). Dan.. setelah perjuangan panjang sahabat saya, akhirnya tambal sementara pun selesai. Ga lagi-lagi deh gigi berlubang, meski cuma satu gigi, cukup jadi pelajaranlah ya...
Hikmahnya:
1. Gigi sakit wajib diperiksain, sapa tahu sudah lubah seperti saya ini.
2. Gosok gigi mesti bener, alhamdulillah saya termasuk pasien yang langka dengan kondisi gigi yang sehat dan lubang satu saja,
3. Syaraf mati itu bahaya, bisa nyebabin penyakit lain, so hati-hati
4. Jadi ko-ass capek sih, tapi manfaatnya super...
5. Dokter juga manusia, ada yang jutek ada yang ramah, kalau nemu salah satunya, maklumin aja,
6. Jaga kesehatan penting banget, mulai dari gigi dulu!
Akhirnyaaaaa.... sukses juga saya bikin bubur merah putih atau yang biasa disebut jenang sengkolo. Ga banyak orang tahu mengenai bubur ini. Ini salah satu favorit saya. Bubur ini khas Jawa Tengah. Kalau di rumah biasanya jenis bubur ini dibuat oleh orang-orang yang sedang ada hajatan. Biasanya di kota dibagikan dikit banget, kalau ada berkat habis tahlilan (nikah or mitoni) atau barzanji biasanya ada bubur ini. Kalau di desanya ya pas ada acara gedhe sih biasanya. Anyway, berhubung saya lagi kangen bubur yang satu ini dan ga ada yang jualan di Bandung, so, bikin aja sekalian. Apalagi kondisi badan lagi kurang fit kaku-kaku, saya sempetin bikin mumpung ga ada kerjaan di kosan (sebenarnya banyak, cuma lagi ga mood aja sih). Habis bosen juga bedrest seharian, masak jadi solusi. So, sekalipun lagi sakit tetep bisa berkreasi kan ya, hihihi :P
Oke deh readers, ini penampakannya, jangan kepingin ya? :D
| bubur merah putih |
Penasaran cara bikinnya? Gampang kok, siapin dulu bahan-bahannya:
1. beras secukupnya (mending dikit aj kl ga mw kebanyakan), cuci bersih, rendam selama kurang lebih 2jam
2. gula jawa, iris tipis
3. garam secukupnya
4. santan secukupnya
5. air
6. daun pandan dan/kayu manis
Nah, cara masaknya gimana?
1. Masak dulu santan+air secukupnya+garam, sampai mendidih
2. Menjelang mendidih masukkan daun pandan(karena ga ada yg jualan, saya ganti pake kayu manis, sisa bikin wedang jahe kemarin-->> kapan-kapan saya posting deh :P)
3. Begitu santan mendidih, masukkan beras yang udah ditiriskan
4. Aduk terus sampai beras pecah+ngembang (pegel juga lama soalnyai ni)
5. Setelah mengembang, aduk trus sampai jadi bubur beneran, bener-bener masak maksudnya
6. Ambil sedikit atau terserah deh mau berapa banyak bubur putih, pindahin dulu, sebelumnya cicipin dah enak lum :P
7. Masukkan gula jawa, aduk lagi bubur, tambahin air dikit,
8. Sampai bubur berwarna kecokelatan dan mendidih, angkat.
9. Sajikan seperti gambar, bisa dibalik yg putih dulu baru cokelat.
10. Lebih manis kalo dikasih potongan daun pandan(kalo ada) + kl mau dikasih kuah, santan cair ya, biar enak, hehehe
Oh ya, saya masaknya di magic com sih, berhubung lagi males ke bawah (baca: dapur), karena hujan+dingin jg. At least, saya sukses bikin juga, kangen uda ilang liat masakan jadi, enak, n yummy, Alhamdulillah :)
Eh iya, sebelumnya, seblum masak sore tadi dikasih puding sama mb Rina. Alhamdulillah n Subhanallah deh hari ini, ga kluar duit banyak, cuma buat check up aja, hihihi :D
| puding cokelat :) |
mendadak kangen latihan lagi....
searching-searching foto-foto lama,
akhirnya nemu juga!
yang ini kalo diinget-inget pas zaman saya latihan tahun kapan y? masih unyu-unyu, hehehe :P
walaupun edisi poto yang ini saya ga ikut,
gara-gara ngurus yang lain sih.... tp gpp,
miss you guys!
searching-searching foto-foto lama,
akhirnya nemu juga!
yang ini kalo diinget-inget pas zaman saya latihan tahun kapan y? masih unyu-unyu, hehehe :P
![]() |
| Angky(putih, udah naek tingkat, g tw apa ya), Damar(merah,udah item sih sekarang, pak ketua ini!) di sebelah saya |
walaupun edisi poto yang ini saya ga ikut,
gara-gara ngurus yang lain sih.... tp gpp,
miss you guys!
Kemarin, perdana saya menjalani scaling gigi. Bukan karena gigi sudah rusak atau apa, terlebih karena pengin membersihkan gigi yang udah beberapa bulan terakhir ini kadang nyut-nyutan dan beda dari biasanya. Dan ternyata nyut-nyutannya itu karena gigi bungsu mau tumbuh. Alhasil semua gigi bungsu saya udah tumbuh. Searching-searching di internet dan bertanya pada sahabat saya, Nindya, calon dokter gigi unpad, ternyata gigi bungus bisa bawa masalah, apalagi kalau tumbuhnya ga normal alias miring. Untungnya gigi saya aman-aman aja, walaupun harus tumbuh di belakang paling ujung gusi, yang jatuhnya ga lurus sejajar dengan gigi yang lain, yang penting tetap lurus aja. hahaha... Nindy pun ngasih saran untuk scaling dulu buat diperiksa, kalau-kalau ada gigi yang perlu ditambal atau dicabut. Berhubung saya ga mau cabut gigi, karena pasti bakal sakit, jadi saya pilihlah scaling yang memang belum pernah sama sekali, sedangkan tambal gigi kapan-kapan aja kalau memang perlu, lagian gigi saya aman-aman aja kata dokter juga, cuma kalau udah muncul sedikit titik aneh, perlu diwaspadai.
Akhirnya setelah Sabtu ga jadi scaling, kemarin Rabu pun jadi. Perdana di scaling. Tempatnya di unpad du, lebih spesifiknya sih di RSGM UNPAD. Janjian jam setengah9, izin kantor bentar. Eh, udah banyak aja pasien di sana, dan ternyata rata-rata pasien bawaan ko-as. Untung Nindy baek banget sama saya, saya diurusin masalah pendaftaran dan administrasinya. Ga nyangka juga, dibandingkan RSGM Bandung kota yang mahal (pengalaman teman saya, Mb Asri), menurut saya RSGM UNPAD sangatlah murah, biaya pendaftarannya saja hanya Rp 5.000,00 dan perawatan scaling cukup Rp 35.000,00 saja, murah bukan? Dan ngga salah juga sih, di unpad ini murah tapi ga murahan kok, peralatannya lengkap, ko-asnya baek-baek. Tapi saya baru tahu, kalau jadi ko-as itu ketika mau praktek mesti bawa alat dan perlengkapan sendiri. Di sana cuma disediakan kursi gigi aja, jadi ya yang namanya kedokteran tetaplah mahal :D.
Anyway, discaling perdana rasanya biasa aja, agak-agak nyeri sih di awalnya, tapi cuma beberapa menit di awal aja. Kata Nindy, saya pasien dia yang paling bersih dan paling ringan kasusnya, padahal baru perdana discaling, kemungkinan karena udah bener gosok giginya, alhamdulillah. Tapi kondisi gigi di sini sepertinya dipengaruhi oleh air juga, air kota kembang kotor soalnya, ga sebening dan sesegar kota harapan. Apalagi saya tiga tahun di Dayeuhkolot, pusat banjirnya kota ini. Dengan kondisi air yang bekas air sawah, sekalipun digali pake sumur tetap saja masih menyisakan bau besi dan kadang berwarna kekuningan. Wajarlah kalau berefek ke gigi. Dan sejak saya pindah ke kota, airnya lumayan bersih dan segar. Tapi efek jaman dulu memang baru berasa sekarang sih ya.
Oh ya, scaling di unpad udah termasuk kontrol seminggu dan perawatan sebulan ternyata. Benar-benar murah! Sekalian membantu ko-as2 di sanalah, kita niatkan membersihkan diri sekaligus membantu orang :)
Ya, akhirnya saya merasakan rasanya discaling juga, cupu kata adek saya, Ria, yang biasa discaling gratis di RSA UGM, hahaha...
just share... ternyata bahaya juga ya? hihihi :D
Alhamdulillah... walaupun ga bisa puasa Muharram karena sakit n pengobatan, yang penting masih bisa masak! Hehehe... :P
Menu sarapan pagi hari ini: pure kentang rebus, kubis rebus, wortel rebus + sedikit garam n kecap...
istilah kerennya sih siomay, cuma ga make siomaynya cz lmyn susah kalo ga ada perlengkapan masak yang lengkap. Maklumlah, menu orang sakit y begini ini :)
Penyakit apa sih Bronkitis itu ?
Bronkitis ( bronchitis ) adalah peradangan (inflamasi) pada selaput lendir (mukosa) bronchus (saluran pernafasan dari trachea hingga saluran napas di dalam paru-paru). Peradangan ini mengakibatkan permukaan bronchus membengkak (menebal) sehingga saluran pernapasan relatif menyempit.
Bronkitis terbagi atas 2 jenis, yakni: bronkitis akut dan bronkitis kronis. Perlu diingat bahwa istilah akut dan kronis adalah terminologi (istilah) berdasarkan durasi berlangsungnya penyakit, bukan berat ringannya penyakit.
BRONKITIS AKUT
Bronkitis akut pada umumnya ringan. Berlangsung singkat (beberapa hari hingga beberapa minggu), rata-rata 10-14 hari. Meski ringan, namun adakalanya sangat mengganggu, terutama jika disertai sesak, dada terasa berat, dan batuk berkepanjangan.
PENYEBAB
Penyebab tersering Bronkitis akut adalah virus, yakni virus influenza, Rhinovirus, Adenivirus, dan lain-lain. Sebagian kecil disebabkan oleh bakteri (kuman), terutama Mycoplasma pnemoniae, Clamydia pnemoniae, dan lain-lain.
TANDA TANDA
Keluhan yang kerap dialami penderita bronkitis akut, meliputi:
- Batuk (berdahak ataupun tidak berdahak).
- Demam (biasanya ringan), rasa berat dan tidak nyaman di dada.
- Sesak napas, rasa berat bernapas,
- Kadang batuk darah.
Endometriosis ICD 9
Endometriosis ICD X
Endometriosis ICD X
Endometriosis is a gynecological medical condition in which cells from the lining of the uterus (endometrium) appear and flourish outside the uterine cavity, most commonly on the peritoneum which lines the abdominal cavity. The uterine cavity is lined with endometrial cells, which are under the influence of female hormones. Endometrial-like cells in areas outside the uterus (endometriosis) are influenced by hormonal changes and respond in a way that is similar to the cells found inside the uterus. Symptoms often worsen with the menstrual cycle.
Endometriosis is typically seen during the reproductive years; it has been estimated that endometriosis occurs in roughly 6–10% of women.[1]Symptoms may depend on the site of active endometriosis. Its main but not universal symptom is pelvic pain in various manifestations. Endometriosis is a common finding in women with infertility.[1]
Reference: http://en.wikipedia.org/wiki/Endometriosis
tdr jam 4 sore....
bangun jam 10 malem...
langsung tdr lg mpe subuh...
bgtu mandi pagi langsung nyeri2...
apa mesti ky gni trus y kalo kambuh???
bangun jam 10 malem...
langsung tdr lg mpe subuh...
bgtu mandi pagi langsung nyeri2...
apa mesti ky gni trus y kalo kambuh???







